Skip to main content

Strategi manajemen risiko untuk menghadapi risiko kargo dan gangguan supply chain di tengah ketidakpastian perdagangan

Saat dunia menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat inflasi yang tinggi, perlambatan ekonomi, dan konflik geopolitik, sektor pengiriman menjadi salah satu yang paling terdampak. Perusahaan pengiriman barang (cargo shippers) — termasuk freight forwarders — kini menghadapi risiko operasional dan finansial yang kompleks, dari port congestion (kepadatan di pelabuhan), perubahan jalur perdagangan, hingga durasi pelayaran yang lebih panjang dan pergeseran jaringan supplier atau pemasok.

Baru-baru ini, tarif asuransi atas risiko perang untuk kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, Laut Merah, dan Teluk Arab mengalami kenaikan dari 0,25% menjadi kisaran 1% hingga 1,5% dari nilai lambung kapal (hull value)1. Artinya, untuk kapal kargo standar dengan hull value sebesar US$100 juta bisa menanggung tambahan biaya hingga US$1 juta per perjalanan. Selain itu, perusahaan asuransi mulai mengaktifkan klausul pembatalan risiko perang standar 48 dan 72 jam, yang berarti cakupan dan premi dapat berubah dalam waktu singkat2.

Lanskap yang terus berkembang ini diperkirakan akan membawa volatilitas yang lebih besar seiring perubahan kebijakan perdagangan yang memicu beban baru di pasar dan mendorong kemitraan perdagangan di wilayah regional. Strategi diversifikasi pun meningkat, sehingga mengubah peta rantai pasokan (supply chain) secara global.

Mengapa ketidakpastian perdagangan menjadi tantangan besar bagi pemilik kargo dan perusahaan freight forwarder?

Pemilik kargo:

  1. Eksportir Asia bersikap hati-hati di tengah port congestion dan penundaan pengiriman yang berdampak pada rute perdagangan global
    Eksportir di Asia kini mengambil pendekatan yang lebih berhati-hati dengan sikap “wait and see,” yang sering kali berdampak pada perpanjangan waktu penyimpanan dan keterlambatan operasional. Port congestion, atau kepadatan di pelabuhan yang diperburuk oleh masalah keamanan di jalur perairan penting termasuk Selat Hormuz, Laut Merah, dan Terusan Suez — terus memperpanjang durasi pelayaran. Ditambah dengan tingginya biaya landed cost dan keterlambatan dalam pengurusan bea cukai, banyak eksportir kini mulai meninjau ulang rute perdagangan global dan pola pengadaan barang mereka.

  2. Produsen lintas negara menghadapi kenaikan biaya dan tantangan supply chain
    Bagi perusahaan yang membutuhkan pengadaan, perakitan, dan pemrosesan barang di berbagai negara, perubahan kebijakan perdagangan berdampak langsung terhadap biaya produksi dan strategi harga. Banyak perusahaan yang kini bekerja sama dengan konsultan bea cukai dan kepatuhan (compliance) untuk menyesuaikan harga jual dan mengurangi beban pajak.

Perusahaan freight forwarder:

  • Kenaikan biaya penyimpanan dan kontrak bernilai penuh mengubah relasi komersial
    Perubahan kebijakan perdagangan akan memengaruhi alokasi biaya, penalti keterlambatan, beban kepatuhan (compliance), dan dapat mengharuskan renegosiasi kontrak lebih awal. Untuk menjawab hal ini, perusahaan freight forwarder memperluas layanan konsultatif dengan menawarkan analisa dampak, tinjauan kepatuhan (compliance), dan “supply chain engineering” untuk membantu pemilik kargo beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan.  

Selengkapnya: Port congestion and extreme weather: The impact of shipping delays on the marine market

Solusi manajemen risiko untuk risiko kargo dan gangguan supply chain

Strategi asuransi:

  • Tinjau ulang batas maksimum nilai pertanggungan polis asuransi, ketentuan penyimpanan kargo di gudang, dan metode penilaian nilai barang yang diasuransikan.
  • Perluas cakupan penyimpanan kargo sementara (temporary strogage) melalui polis kargo atau program kargo stock throughput.
  • Pastikan perlindungan asuransi tanggung gugat yang dimiliki oleh operator logistik mencakup pertanggungan atas kesalahan dan kelalaian (errors and omissions). 

Permodelan jaringan supply chain:

  • Memodelkan skenario gangguan perdagangan secara real-time.
  • Meningkatkan visibilitas atas rute rantai pasokan (supply chain) dan tingkatan pemasok.
  • Menghitung potensi risiko keuangan untuk mendukung strategi risiko yang lebih baik.

Tingkatkan ketahanan supply chain dengan platform Sentrisk

Untuk menghadapi kompleksitas ini, Marsh menyediakan akses ke Sentrisk, platform eksklusif yang memberikan wawasan atau insight mendalam terkait beban biaya dan dependensi pemasok di seluruh rantai pasokan Anda.

Sentrisk memungkinkan Anda melakukan scenario modelling dan financial stress testing untuk membantu Anda:

  • Mengidentifikasi potensi gangguan dan mengevaluasi dampaknya secara akurat
  • Mengoptimalkan rute pasokan
  • Mengevaluasi alternatif pemasok
  • Menegosiasikan syarat kontrak yang lebih baik

Melalui pemantauan real-time, Anda dapat membuat keputusan strategis secara tepat waktu untuk meningkatkan ketahanan, menjaga profitabilitas, dan tetap unggul dalam menghadapi risiko yang terus berubah.

Pelajari: 3 ways AI can enhance supply chain visibility against tariff exposures

Mengapa memilih Marsh

Marsh bekerja sama dengan berbagai perusahaan pengiriman barang, freight forwarder, dan penyedia layanan logistik terkemuka di seluruh Asia dalam mengelola risiko kompleks dalam lingkungan perdagangan yang fluktuatif saat ini. Didukung oleh platform eksklusif berbasis AI, Sentrisk, serta keahlian spesialisasi di bidang marine, kargo, dan logistik, kami membantu perusahaan di Asia, termasuk di Indonesia, untuk:

  • Menilai paparan risiko terhadap beban tarif dan pajak.
  • Mengoptimalkan strategi asuransi.
  • Meningkatkan ketahanan rantai pasokan (supply chain).
  • Menjaga keberlangsungan bisnis. 

Dengan rekam jejak kami yang telah terbukti, kami juga telah meluncurkan solusi inovatif seperti Asuransi Gangguan Perdagangan (Trade Disruption Insurance) dan Risiko Perang dan Pemogokan (War and Strikes Risk) untuk mengatasi risiko kargo yang terus berkembang.

Hubungi tim Marsh sekarang untuk menilai paparan risiko bisnis dan optimalkan strategi manajemen risiko bisnis Anda.