Skip to main content

Biaya medis terus naik? Saatnya beralih ke strategi preventif

Laporan Indonesia Health Benefits Study 2025 menunjukkan bagaimana strategi preventif membantu perusahaan mengendalikan biaya kesehatan, menekan eskalasi klaim, dan mengelola risiko tenaga kerja secara lebih strategis.

Kenaikan biaya medis, tekanan klaim, dan risiko kesehatan tenaga kerja mendorong banyak perusahaan untuk meninjau ulang strategi manfaat kesehatannya. Tingkat tren medis di Indonesia diperkirakan mencapai 17.8% pada tahun 2026, lebih tinggi dibandingkan rata-rata di Asia sebesar 12.5%, menurut MMB Health Trends 2026. 

Bagi para praktisi HR dan Risk Managers, tantangannya bukan hanya menjaga kualitas manfaat, tetapi juga mengendalikan biaya, menekan eskalasi klaim, dan mendukung produktivitas tenaga kerja.

Temuan dari Indonesia Health and Benefits Study 2025 menunjukkan bahwa berdasarkan data klaim rawat jalan maupun rawat inap, di antara 10 diagnosis terbanyak terdapat berbagai kondisi terkait infeksi, kardiovaskular, metabolik, dan musculoskeletal; yang mana  mayoritas dari kondisi tersebut dapat dicegah atau dikelola lebih awal. Ini membuka peluang bagi perusahaan untuk beralih dari pendekatan yang reaktif ke strategi yang lebih terarah.

Apa yang mendorong tekanan biaya kesehatan?

Laporan Indonesia Health Benefits Study 2025 menunjukkan beberapa pola utama:

  • Berbagai  diagnosis yang tercakup di dalam 10 diagnosis teratas berdasarkan data klaim berasal dari kondisi yang dapat dicegah atau dikelola lebih baik
  • 86% perusahaan telah menjalankan Medical Check-Up (MCU) secara rutin
  • Namun, hasil MCU dan data klaim belum selalu digunakan secara optimal untuk mendukung keputusan yang lebih strategis

Akibatnya, biaya kesehatan karyawan dapat terus meningkat tanpa intervensi yang benar-benar menyasar akar masalahnya.

Mengapa strategi preventif menjadi semakin penting?

Strategi preventif kini menjadi bagian penting dari strategi perusahaan untuk membantu mengidentifikasi risiko lebih awal sebelum berkembang menjadi biaya yang lebih besar. Dengan menggabungkan hasil MCU, data klaim, dan pola risiko tenaga kerja, perusahaan dapat:

  • mengidentifikasi kelompok risiko tinggi
  • memahami pendorong utama kenaikan biaya
  • menentukan prioritas intervensi
  • menyusun desain manfaat yang lebih relevan dan efisien

Sehingga, perusahaan dapat menyelaraskan manfaat karyawan dengan kebutuhan tenaga kerja dan mulai mengelola risiko kesehatan secara lebih proaktif untuk mendukung kesehatan, produktivitas, dan ketahanan organisasi.

Bagaimana kami dapat membantu Anda

Mercer Marsh Benefits membantu perusahaan menerjemahkan insight menjadi strategi yang lebih terukur melalui:

  • Benefit design yang lebih tepat sasaran. Meninjau desain manfaat agar lebih selaras dengan profil risiko tenaga kerja dan lebih efisien secara biaya.

  • Health risk profiling. Menggabungkan data untuk mengidentifikasi pola risiko dan mendukung prioritas intervensi.

  • Strategi preventif yang lebih terarah. Membantu perusahaan membangun pendekatan yang lebih proaktif untuk mengelola biaya, risiko, dan kesehatan tenaga kerja.

Ingin memahami bagaimana strategi preventif dapat membantu perusahaan Anda mengelola biaya kesehatan dan risiko tenaga kerja secara lebih terukur?

Hubungi tim spesialis Mercer Marsh Benefits: