4 Indikator Utama dan Cara Tolok Ukur Efektif Biaya Rumah Sakit di Indonesia

PTSD Mental health concept, Psychologist sitting and touch hand young depressed asian man for encouragement near window with low light environment.Selective focus.

Menurut laporan MMB Health Trends 2023, biaya perawatan medis per orang kembali akan meningkat seperti saat pra-pandemi, dan tingkat tren medis di Indonesia pada tahun 2023 diperkirakan akan mencapai 13,6%, lebih tinggi dari rata-rata di Asia sebesar 11,5%. Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan harga, biaya klaim asuransi yang tinggi, dan masalah rantai pasokan serta perawatan khusus terhadap diagnosis penyakit serius yang ditunda.

Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)1 mencatat adanya peningkatan jumlah klaim asuransi untuk kecelakaan diri dan kesehatan sebesar 5,4% dari tahun 2020 hingga 2021 – dan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)2 juga melaporkan bahwa total klaim dan manfaat yang dibayarkan pada 2021 meningkat 5,5% dari Rp 151,1 triliun menjadi Rp159,43 triliun.

Hal tersebut menunjukkan perlu adanya tata kelola dan ketelitian terhadap penyesuaian yang signifikan terhadap cakupan tunjangan kesehatan karyawan, termasuk manfaat polis asuransi kesehatan serta manajemen penyedia obat-obatan penunjang kesehatan.

4 Indikator Penentu Biaya Rumah Sakit

Berdasarkan Laporan Cost of Care 2022 dari Mercer Marsh Benefits, ditemukan bahwa penyakit infeksi dan parasit tertentu (certain infectious and parasitic disease) merupakan kelompok penyakit yang paling umum terjadi di Indonesia. Diagnosis terbanyak pada kelompok penyakit ini adalah demam berdarah (25%), gastroenteritis dan kolitis lainnya (21%). Kelompok penyakit infeksi dan parasit tertentu ini juga menjadi kelompok penyakit berbiaya tertinggi. Diagnosis dengan biaya tertinggi dalam kelompok penyakit ini adalah COVID-19 (40%). 

Biaya perawatan medis dan pengobatan rumah sakit di Indonesia sendiri tentunya berbeda-beda. Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh 4 indikator utama penentu biaya rumah sakit:

1. Diagnosis

  • Biaya medis ditentukan oleh tindakan medis yang dilakukan, dan tindakan medis ini ditentukan berdasarkan diagnosis yang ditegakkan. 
  • Informasi biaya perawatan medis per diagnosis sangat diperlukan untuk melakukan perbandingan biaya antar rumah sakit agar perbandingan bisa dilakukan apple to apple. 
  • Pengelompokan diagnosis yang banyak dipakai adalah International Classification of Diseases (ICD), yaitu alat diagnostik yang digunakan secara global untuk epidemiologi, manajemen kesehatan dan tujuan klinis. ICD dikelola oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang merupakan otoritas pengarahan dan koordinasi untuk kesehatan dalam sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 
  • Dalam ICD, penyakit dikelompokkan ke dalam 22 kelompok besar, dimana setiap kelompok diuraikan ke dalam beberapa kelompok lagi, dan demikian seterusnya sampai penyakitnya menjadi sangat spesifik. 

2. Tipe dan Lokasi Rumah Sakit

  • Salah satu faktor penentu biaya perawatan medis di rumah sakit adalah tindakan atau prosedur apa yang dilakukan untuk merawat suatu diagnosis penyakit. 
  • Tidak semua rumah sakit bisa melakukan semua jenis prosedur, karena bergantung pada teknologi peralatan yang dimiliki dan operator peralatan tersebut, termasuk ketersediaan dokter spesialis yang merawat. Karenanya, ada tipe-tipe rumah sakit yang dikelompokkan pemerintah berdasarkan fasilitas dan kemampuan pelayanannya, mulai dari Kelas A (tertinggi) hingga Kelas D. 
  • Lokasi rumah sakit juga menentukan unit cost biaya perawatan. Biaya perawatan medis di kota besar seperti Jakarta, Medan dan Surabaya rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan kota yang lebih kecil.

3. Kelas Kamar Rawat Inap

  • Semakin tinggi kelas kamar yang ditempati, biaya perawatan yang dikenakan oleh rumah sakit menjadi semakin tinggi. Obat yang sama akan memiliki harga yang berbeda bila diberikan kepada pasien di kelas kamar yang berbeda. Semakin tinggi kelas kamarnya, maka semakin tinggi unit cost-nya. 

4. Tipe Pengobatan (Operasi dan Non-Operasi)

  • Diagnosis yang sama dapat memiliki besaran cost of care yang jauh berbeda, karena kasus yang satu mengharuskan adanya operasi sedangkan di kasus lainnya yang masih ringan belum memerlukan operasi. Perawatan yang memerlukan pembedahan akan menghasilkan cost of care yang lebih tinggi daripada perawatan yang tidak memerlukan pembedahan.

Cost of Care: cara tolok ukur efektif atas biaya rumah sakit di Indonesia 

Salah satu cara efektif yang dapat membantu perusahaan dalam melakukan tolok ukur biaya rumah sakit adalah menggunakan Cost of Care, layanan inovatif dari Mercer Marsh Benefits (MMB) Indonesia. 

Cost of Care adalah laporan yang berisi informasi biaya perawatan medis rumah sakit di Indonesia yang disajikan secara granular – berdasarkan diagnosis, tipe dan lokasi rumah sakit, kelas kamar rawat inap, dan ada tidaknya tindakan operasi. Laporan ini dapat membantu organisasi Anda dalam melakukan benchmarking pengeluaran biaya rumah sakit, dan memberikan gambaran seberapa cukupnya batasan manfaat kesejahteraan yang diberikan perusahaan ke karyawannya untuk menutup biaya perawatan di rumah sakit.

Selain untuk membantu organisasi dalam melakukan evaluasi dan penyesuaian program manfaat kesejahteraan karyawan, Cost of Care juga dapat: 

  • membantu perusahaan asuransi dalam melakukan audit klaim biaya rumah sakit (closed-file review) dan melakukan identifikasi awal apakah klaim yang dibayarkan kelebihan bayar atau tidak, 
  • membantu perusahaan-perusahaan yang mengelola sendiri manfaat kesehatan karyawannya (self-insured) dalam mengevaluasi apakah biaya yang dikenakan rumah sakit rekanannya, atau biaya yang diajukan oleh karyawan ke perusahaan untuk mendapatkan penggantian, adalah biaya yang wajar.

Laporan Cost of Care menyediakan data komprehensif untuk perbandingan biaya rawat inap rumah sakit

Laporan Cost of Care akan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Anda seperti:

  • berapa biaya untuk satu kali rawat inap untuk diagnosis tertentu? 
  • berapa biaya pengobatan penyakit X di rumah sakit Y untuk kelas kamar Z?
  • berapa hari untuk rawat inap yang biasanya diperlukan untuk mengobati diagnosis tersebut per satu kejadian?

Dapatkan layanan laporan Cost of Care untuk mengetahui data perbandingan biaya rumah sakit di Indonesia per diagnosis

Related insights